sudah (sudahlah)

ada kalanya aku mengais mimpi pada seluas dunia langit (yang bukan sebelum) namun itu, yang setelah, yang kutahu dan berharga kurasan tangis dan seusap sapuan dada.

menatap bentangan hari esok tak tampak cahaya maupun sekilas cerah, perteduhan suram tanpa jaminan setitik kebahagiaan.

sendiri menapaki langkah seperti yang sudah-sudah.

sudah? ya benar sudah.
kali ini sudah.

sudah tak ada lagi sebuah perlunya harap kugantungkan lagi di awan sana.

sudah tak perlu lagi pencarian kilas balik sebuah memori, lalu masa yang pernah ada.

“kubuang” sebuah kata terlalu frontal, “kulepas” saja mimpi-mimpi maya maupun harap cinta di situ saat ku di sana, pernah saja kuharap nyata.

sudah. memang perlu sudahi saja.

sudah. lelah.
telah. kusampai saja di dunia nyata.
detik-detik diam ku sudah berjalan.
baik. sudahi saja ini.
baiklah.
dan bukan lagi sejenak kata kiasan, “kusudah”.
dan biarkan namun biarlah.
kali ini. sudah.
sudahlah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s